Juventus berada di barisan terdepan untuk merekrut Kerim Alajbegovic, penyerang muda Bayer Leverkusen yang tampil menonjol bersama Bosnia dan Herzegovina. Bianconeri dilaporkan mencapai kesepakatan senilai €33 juta, dengan bonus yang dapat menaikkan paket transfer menjadi €40 juta atau setara dengan Rp828 miliar.
Namun, kepindahan tersebut belum sepenuhnya selesai karena Kerim Alajbegovic masih harus memberikan persetujuan akhir. Fabrizio Romano menyebut kesepakatan belum ditandatangani, sedangkan Florian Plettenberg melaporkan Juventus telah mengungguli Chelsea dalam perlombaan mendapatkan pemain berusia 18 tahun itu.
Nama Kerim Alajbegovic melesat setelah menjalani musim luar biasa bersama Red Bull Salzburg dan tampil berani pada Piala Dunia 2026. Perkembangan cepatnya membuat Leverkusen berpeluang memperoleh keuntungan besar, bahkan sebelum sang pemain mencatat debut senior bersama klub Bundesliga tersebut.
Kerim Alajbegovic lahir di Köln, Jerman, pada 21 September 2007, tetapi memilih membela Bosnia dan Herzegovina di level internasional. Ia beroperasi sebagai winger maupun gelandang serang, dengan kemampuan menggunakan kedua kaki dan bergerak menuju area tengah.
Pemain muda tersebut memulai perjalanan sepak bolanya bersama 1. FC Köln sebelum bergabung dengan akademi Bayer Leverkusen pada 2021. Ia kemudian menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Leverkusen pada Januari 2025.
Demi memperoleh menit bermain senior, Leverkusen melepasnya ke Red Bull Salzburg pada Juli 2025 dengan nilai sekitar €2 juta. Klub Jerman itu tetap melindungi investasinya melalui klausul pembelian kembali yang kemudian diaktifkan setelah perkembangannya melampaui ekspektasi.
Pemain Bosnia itu menjalani debut profesional dalam pertandingan kualifikasi Liga Champions melawan Brann pada 23 Juli 2025. Tiga hari kemudian, ia mencetak gol profesional pertamanya dalam laga Piala Austria menghadapi Union Dietach.
Musim 2025-2026 menjadi panggung terobosan pemain berusia 18 tahun tersebut bersama Red Bull Salzburg. Ia mencetak sembilan gol dalam 28 pertandingan liga dan membuktikan bahwa keberaniannya menghadapi pemain senior bukan sekadar potensi di atas kertas.
Jika seluruh kompetisi dihitung, Kerim Alajbegovic membukukan 13 gol dari 44 penampilan. Catatan tersebut terdiri atas sembilan gol di liga, dua gol dalam Piala Austria, serta dua gol dari kompetisi antarklub Eropa.
Sebelum musim berakhir, nilai pasarnya yang semula belum terbentuk meningkat menjadi sekitar €22 juta. Performa itu mendorong Leverkusen mengaktifkan klausul pembelian kembali, lalu mengikatnya dengan kontrak lima tahun mulai musim 2026-2027.
Direktur olahraga Leverkusen, Simon Rolfes, menilai talenta tersebut tidak hanya memenuhi ekspektasi selama bermain di Austria. Menurutnya, sang pemain bahkan berkembang lebih cepat melalui kombinasi bakat, ambisi, keberanian, dan kemauan kuat untuk memenangkan pertandingan.
Karier internasionalnya berkembang secepat perjalanan klubnya. Setelah membela seluruh kelompok usia Bosnia dan Herzegovina, ia memperoleh panggilan senior pada Agustus 2025 untuk menghadapi San Marino dan Austria dalam kualifikasi Piala Dunia.
Ia menjalani debut senior melawan San Marino pada 6 September 2025 dan langsung mencetak gol dalam kemenangan 6-0. Hingga 1 Juli 2026, Kerim Alajbegovic telah mengoleksi 14 penampilan serta dua gol bersama Bosnia dan Herzegovina.
Kontribusinya juga terlihat ketika Bosnia menghadapi Wales pada semifinal play-off Piala Dunia. Ia berhasil mengeksekusi penalti dalam kemenangan adu penalti 5-3 yang membuka jalan negaranya menuju turnamen di Amerika Utara.
Momen terbesar hadir ketika Kerim Alajbegovic mencetak gol jarak jauh melawan Qatar pada fase grup Piala Dunia 2026. Gol tersebut membantu Bosnia menang 3-1 sekaligus memastikan kelolosan pertama mereka menuju fase gugur.
Pada usia 18 tahun 276 hari, ia menjadi pemain termuda yang mencetak gol dari luar kotak penalti di Piala Dunia sejak pencatatan rinci dimulai pada 1966. Rekor itu melewati Kylian Mbappé yang melakukannya saat berusia 19 tahun 207 hari.
Gol tersebut juga menempatkannya sebagai pencetak gol termuda kedelapan dalam sejarah Piala Dunia. Usianya ketika membobol Qatar bahkan lebih muda dibandingkan Lionel Messi dan Lamine Yamal saat mencetak gol pertama mereka.
Di luar lapangan, Kerim Alajbegovic dikenal sebagai seorang Muslim yang taat menjalankan keyakinannya. Ia pernah mengunjungi sebuah masjid di Sarajevo bersama sejumlah pemain Muslim lain dari Timnas Bosnia dan Herzegovina.
Juventus Salip Chelsea
Chelsea sempat menjadi kandidat terkuat mendapatkan Kerim Alajbegovic setelah bergerak pada 23 Juli 2026. Klub Premier League itu mengajukan penawaran awal dengan nilai jaminan lebih dari €30 juta dan menyiapkan bonus berbasis performa.
Leverkusen menginginkan paket keseluruhan sekitar €40 juta, angka yang dianggap sepadan dengan perkembangan sang pemain. Atalanta lebih dahulu mendapat penolakan, sedangkan Napoli dan Juventus terus memantau situasi sambil menunggu peluang untuk masuk.
Kendati pembicaraan Chelsea dengan Leverkusen berkembang cepat, klub London tersebut belum mencapai kesepakatan pribadi bersama sang pemain. Mereka juga belum membuka negosiasi konkret dengan perwakilan pemain, sehingga Juventus memperoleh ruang untuk melakukan manuver.
Juventus kemudian mencapai kesepakatan penuh dengan Leverkusen untuk biaya awal €33 juta. Bonus performa dapat membuat nilai transfer Kerim Alajbegovic meningkat menjadi €40 juta, sesuai permintaan yang dipertahankan klub Bundesliga sepanjang negosiasi.
Kesepakatan tersebut belum boleh dianggap resmi sebelum pemain 18 tahun itu memberikan lampu hijau terakhir. Jika persetujuan pemain diperoleh, Juventus akan mengalahkan Chelsea sekaligus menyelesaikan salah satu transfer pemain muda paling menarik pada musim panas 2026.
Keputusan Leverkusen melepas sang pemain cukup mengejutkan karena sebelumnya ia dipandang sebagai pilar proyek masa depan. Cedera Eliesse Ben Seghir seharusnya juga membuat klub mempertahankan pemain serang fleksibel tersebut untuk memperkuat kedalaman skuad.
Namun, tawaran hingga €40 juta menciptakan peluang bisnis yang sulit diabaikan. Leverkusen sebelumnya menjual Kerim Alajbegovic sekitar €2 juta, membelinya kembali dengan klausul relatif murah, lalu berpotensi memperoleh keuntungan besar tanpa memberinya debut senior.
Strategi tersebut menunjukkan kemampuan Leverkusen mengelola aset pemain muda secara efektif. Chelsea membantu membentuk valuasi transfer melalui tawaran awal, tetapi Juventus bergerak lebih menentukan ketika pembicaraan mengenai syarat pribadi belum diselesaikan rivalnya.
Apakah Kerim Alajbegovic Cocok untuk Juventus?
Dari sisi teknis, Kerim Alajbegovic memiliki karakter yang dibutuhkan Juventus untuk memperbarui lini serang. Ia mampu bermain di kedua sayap, masuk sebagai gelandang serang, dan bergerak di ruang antarlini untuk menciptakan peluang atau melepaskan tembakan.
Kemampuan menggunakan kedua kaki membuat pergerakannya sulit ditebak oleh bek lawan. Ia dapat melebar untuk menghadapi pemain secara langsung, tetapi juga nyaman memotong ke tengah dan mencari ruang tembak dari luar kotak penalti.
Kecepatan, teknik elegan, serta keberanian mengambil keputusan menjadi keunggulan utama pemain Bosnia tersebut. Gol jarak jauh melawan Qatar memperlihatkan bahwa ia memiliki kepercayaan diri untuk menentukan pertandingan besar meskipun usianya masih sangat muda.
Juventus membutuhkan pemain yang dapat menambah kreativitas tanpa terpaku pada satu posisi. Kerim Alajbegovic cocok ditempatkan sebagai winger dalam formasi 4-3-3, gelandang serang pada 4-2-3-1, atau penyerang pendamping dalam skema dua pemain depan.
Meski potensinya besar, harga maksimal €40 juta tetap membawa risiko bagi Juventus. Kerim Alajbegovic baru menjalani satu musim penuh di level senior dan belum pernah tampil dalam kompetisi Serie A yang menuntut disiplin taktik tinggi.
Kerim Alajbegovic juga perlu menghadapi tekanan besar karena datang sebagai salah satu investasi penting klub. Perbandingan dengan pemain elite, sorotan media Italia, dan tuntutan hasil instan dapat mengganggu perkembangan apabila Juventus tidak mengelola menit bermainnya secara bertahap.
Juventus harus memberikan lingkungan yang stabil, peran jelas, serta kesempatan melakukan kesalahan. Fleksibilitasnya memang menguntungkan, tetapi terlalu sering memindahkan posisi sang pemain muda itu dapat menghambat pembentukan identitas permainan.
Kerim Alajbegovic menawarkan kombinasi usia muda, pengalaman internasional, fleksibilitas posisi, dan produktivitas yang jarang dimiliki pemain seusianya. Catatan 13 gol bersama Salzburg serta penampilan berani di Piala Dunia menjadi dasar kuat ketertarikan Juventus.
Secara karakter, Kerim Alajbegovic cocok untuk membantu Juventus membangun serangan yang lebih dinamis dan sulit diprediksi. Namun, nilai transfer €40 juta hanya akan terasa tepat apabila klub memberi waktu, peran konsisten, dan lingkungan ideal untuk berkembang.