Geely EX2 menjadi penopang utama pertumbuhan Geely Auto di Indonesia sepanjang semester pertama 2026. Mobil listrik kompak tersebut membukukan penjualan wholesales sebanyak 6.582 unit selama periode Januari hingga Juni.
Berdasarkan keterangan resmi Geely Auto pada 14 Juli 2026, total penjualan wholesales perusahaan di Indonesia mencapai 8.424 unit. Pencapaian itu membawa Geely masuk tiga besar merek asal Tiongkok dengan penjualan tertinggi di pasar nasional.
Kontribusi Geely EX2 mencapai sekitar 78 persen dari keseluruhan penjualan Geely di Indonesia. Pada Juni 2026 saja, model tersebut mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 1.618 unit.
Tingginya permintaan membuat Geely meningkatkan kapasitas produksi EX2 di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memangkas waktu tunggu konsumen menjadi sekitar satu bulan.
Geely EX2 menarik perhatian konsumen berkat ukuran yang ringkas dan karakter praktis untuk penggunaan harian. Model ini juga menawarkan sejumlah fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan.
Mobil listrik tersebut mempunyai jarak tempuh hingga 395 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Kemampuan itu dinilai cukup untuk mendukung perjalanan harian tanpa harus terlalu sering melakukan pengisian daya.
Geely EX2 juga dibekali teknologi pengisian cepat arus searah atau DC fast charging. Kapasitas baterai dapat diisi dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit.
Konfigurasi penggerak roda belakang atau rear-wheel drive menjadi salah satu keunggulannya. Sistem tersebut dipadukan dengan radius putar ringkas sehingga kendaraan lebih mudah dikendalikan di jalan sempit maupun area parkir.
Kabin yang fungsional turut memperkuat daya tarik Geely EX2. Ruang dalamnya dirancang untuk mendukung aktivitas harian tanpa mengorbankan kenyamanan pengemudi dan penumpang.
Geely merespons tingginya permintaan dengan meningkatkan kapasitas produksi lokal. Perusahaan berharap konsumen tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menerima kendaraan yang telah dipesan.
Waktu inden Geely EX2 ditargetkan turun menjadi sekitar satu bulan. Percepatan produksi juga menjadi bagian dari strategi Geely memperkuat lokalisasi manufaktur di Indonesia.
Langkah tersebut penting karena pertumbuhan kendaraan listrik membutuhkan dukungan pasokan yang stabil. Ketersediaan unit, suku cadang, dan layanan purna jual akan memengaruhi tingkat kepercayaan konsumen.
Indonesia juga masuk dalam daftar pasar strategis Geely untuk pengembangan produksi lokal. Selain Indonesia, perusahaan mempercepat lokalisasi manufaktur di Brasil yang mencatat pertumbuhan kuat untuk EX2.
Penjualan Global Geely Tembus 1,42 Juta Unit
Pertumbuhan Geely di Indonesia berjalan seiring dengan pencapaian global perusahaan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Geely Auto membukukan penjualan sebanyak 1.422.958 unit.
Penjualan ekspor pada periode yang sama mencapai 474.228 unit. Angka tersebut meningkat 158 persen dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya.
Jumlah ekspor selama enam bulan itu bahkan telah melampaui total ekspor Geely sepanjang 2025. Hasil tersebut didorong perluasan pasar dan meningkatnya permintaan terhadap kendaraan energi baru.
Pada Juni 2026, penjualan ekspor Geely untuk pertama kalinya menembus 100.000 unit dalam satu bulan. Rekor tersebut menunjukkan perkembangan cepat bisnis internasional perusahaan.
Kendaraan energi baru atau new energy vehicle menjadi penyumbang utama ekspor Geely. Segmen tersebut memberikan kontribusi sebesar 59 persen terhadap keseluruhan penjualan internasional.
Penjualan kendaraan energi baru Geely di luar Tiongkok mencapai 277.189 unit selama Januari hingga Juni 2026. Jumlah itu melonjak 585 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut berasal dari kendaraan listrik murni dan kendaraan hibrida. Geely menilai kedua teknologi itu tetap dibutuhkan karena karakter pasar dan kesiapan infrastruktur di setiap negara berbeda.
Geely EX2 menjadi salah satu model penting dalam ekspansi kendaraan listrik perusahaan. Sementara itu, Geely EX5 dan Starray EM-i digunakan untuk memperluas jangkauan pada segmen yang lebih besar.
Geely memperluas kehadirannya di Eropa dengan memasuki tujuh pasar baru dalam waktu 45 hari. Pasar tersebut mencakup Jerman, Spanyol, Belanda, dan Prancis.
Ekspansi turut diperkuat melalui kerja sama dengan grup diler di Portugal, Austria, dan Swiss. Kemitraan itu mendukung pemasaran Geely EX5 serta Starray EM-i di lebih dari 20 negara Eropa.
Di Australia, Geely Starray EM-i mencatatkan hasil positif pada Mei 2026. Model tersebut menjadi SUV plug-in hybrid atau PHEV terlaris di negara itu pada periode tersebut.
Brasil juga menjadi salah satu pasar dengan perkembangan tercepat bagi Geely EX2. Pertumbuhan tersebut mendorong perusahaan memperkuat produksi lokal dan jaringan distribusi suku cadang.
Geely mengembangkan jaringan distribusi suku cadang menjadi 13 pusat global. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan penjualan di berbagai negara.
Perusahaan saat ini mempunyai lebih dari 2.000 jaringan penjualan dan layanan purna jual. Jangkauannya mencakup lebih dari 100 pasar di berbagai kawasan dunia.
Penguatan layanan purna jual juga menjadi hal penting bagi pasar Indonesia. Konsumen kendaraan listrik tidak hanya mempertimbangkan harga dan spesifikasi, tetapi juga ketersediaan bengkel serta suku cadang.
Lokalisasi diharapkan membuat produk dan layanan Geely semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Strategi tersebut sekaligus membantu perusahaan bersaing di tengah bertambahnya merek kendaraan listrik asal Tiongkok.
Dominasi Geely EX2 menunjukkan bahwa mobil listrik ringkas semakin diterima konsumen Indonesia. Model tersebut menawarkan kombinasi jarak tempuh, pengisian cepat, dan kepraktisan untuk mobilitas perkotaan.
Dengan penjualan 6.582 unit selama enam bulan, EX2 menjadi model terpenting dalam portofolio Geely di Indonesia. Kontribusinya juga membantu perusahaan masuk jajaran tiga besar merek Tiongkok berdasarkan penjualan.
Tantangan berikutnya adalah menjaga ketersediaan unit dan kualitas layanan setelah penjualan. Geely perlu memastikan pertumbuhan permintaan dapat diimbangi oleh produksi, pasokan suku cadang, dan jaringan bengkel.
Geely Auto merupakan bagian dari Geely Holding Group yang berkantor pusat di Hangzhou, Tiongkok. Perusahaan yang berdiri sejak 1997 tersebut mengembangkan kendaraan listrik, hibrida, dan mesin pembakaran internal untuk pasar global.