Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tengah mempersiapkan proyek ambisius berikutnya dalam misi pencarian makhluk asing atau alien di luar angkasa. NASA dilaporkan sedang mengembangkan Habitable Worlds Observatory (HWO), sebuah super teleskop generasi terbaru yang dirancang khusus untuk memburu planet-planet yang mirip dengan Bumi.
Menariknya, teleskop canggih ini memiliki satu perbedaan radikal yang belum pernah ada pada observatorium luar angkasa sebelumnya: HWO akan sepenuhnya bergantung pada robot otonom untuk urusan perbaikan dan perawatan di antariksa.
Teleskop super yang dijadwalkan meluncur pada dekade 2040-an ini mengemban misi utama untuk mencari planet berbatu seukuran Bumi yang mengorbit bintang mirip Matahari kita. Para ilmuwan berharap HWO mampu menganalisis atmosfer planet-planet jauh tersebut demi menemukan tanda-tanda kelayakhunian atau bahkan bukti kehidupan (alien).
Alasan Mengapa Harus Diservis oleh Robot, Bukan Astronot
Berbeda dengan Teleskop Antariksa Hubble yang ikonik—di mana para astronot bisa datang langsung menggunakan Pesawat Ulang-Alik untuk memperbaiki dan memperbaruinya—HWO akan ditempatkan di lokasi yang sangat ekstrem.
HWO bakal beroperasi di titik Sun-Earth Lagrange Point 2 (L2), sebuah wilayah ruang angkasa yang berjarak sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi. Sebagai gambaran, wilayah L2 ini juga menjadi rumah bagi Teleskop James Webb (JWST).
Karena jaraknya yang terlampau jauh dan berbahaya bagi keselamatan manusia, NASA memutuskan untuk mencoret opsi misi berawak dan beralih total ke teknologi robotik.
Dalam pertemuan ke-248 American Astronomical Society (AAS) di Pasadena, California, Direktur Divisi Astrofisika NASA, Shawn Domagal-Goldman, menegaskan bahwa kemampuan servis ini telah menjadi bagian inti dari perencanaan misi.
“HWO harus bisa diservis sampai batas tertentu,” ungkap Shawn.
Bisa Bongkar Pasang dan ‘Upgrade’ Komponen di Luar Angkasa
NASA meyakini bahwa menyuntikkan kemampuan servis pada HWO akan memperpanjang masa operasional teleskop secara signifikan. Selain itu, cara ini memungkinkan HWO untuk terus menerima pembaruan teknologi (upgrade) di masa depan.
Beberapa misi perawatan yang nantinya bakal dieksekusi oleh robot pintar ini meliputi:
- Mengganti instrumen sains yang usang.
- Memperbaiki komponen yang mengalami kerusakan.
- Melakukan perawatan rutin berkala.
- Merakit bagian-bagian teleskop langsung di luar angkasa jika ukurannya terlalu besar untuk diluncurkan dengan roket biasa.
Meskipun proyek ini masih dalam tahap pengembangan awal dan NASA belum membeberkan secara detail bagaimana mekanisme kerja robot tersebut, langkah ini dinilai sebagai lompatan besar bagi teknologi antariksa.
Belajar dari Kegagalan James Webb dan Keberhasilan Hubble
Keputusan NASA untuk membuat teleskop yang bisa diservis didasari oleh pelajaran berharga dari dua pendahulunya, Hubble dan James Webb (JWST).
Selama tiga dekade, Hubble terbukti tetap prima karena astronot berulang kali datang untuk mengganti giroskop, komputer, baterai, hingga kamera barunya. Sebaliknya, James Webb (JWST) sama sekali tidak dirancang untuk bisa diservis.
Meski performa JWST saat ini sangat luar biasa, para ilmuwan mendapati bahwa hantaman mikrometeoroid (debu luar angkasa) telah merusak beberapa bagian teleskop lebih cepat dari yang diperkirakan.
Mantan astronot NASA, John Grunsfeld, yang pernah terlibat dalam beberapa misi servis Hubble, menyebut bahwa kehadiran pesawat robotik di masa depan bisa menjadi penyelamat. Robot-robot ini nantinya bisa menambal kerusakan akibat mikrometeoroid atau memasang instrumen baru sebelum kerusakannya menumpuk dan membuat teleskop mati total.
Dilengkapi Detektor Sinar Gamma
Jika nanti HWO berhasil menemukan planet berbatu yang sangat mirip Bumi, para ilmuwan dipastikan akan langsung berlomba-lomba memperbarui teleskop ini dengan teknologi paling mutakhir. Melalui bantuan robot komersial, ilmuwan bisa memasang spektrograf beresolusi lebih tinggi, sistem pencitraan eksoplanet yang lebih canggih, hingga instrumen sains generasi baru yang bahkan belum diciptakan saat ini.
Selain fokus berburu alien, NASA juga membocorkan bahwa HWO akan dipersenjatai dengan detektor sinar gamma, meski fungsi sains spesifiknya masih dirahasiakan.
Sebelum resmi meluncur pada tahun 2040-an, NASA berencana menguji coba teknologi-teknologi kunci HWO ini terlebih dahulu pada Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman, termasuk teknologi coronagraph canggih yang berfungsi untuk memotret planet di sekitar bintang yang jauh secara langsung.