Seorang perempuan yang identitasnya disamarkan sebagai Nana membagikan pengalaman yang selama puluhan tahun ia simpan rapat-rapat. Ia mengaku pernah tiga kali menyaksikan benda terbang tak dikenal (UFO) saat masih duduk di bangku sekolah dasar di kawasan Suratan, Mojokerto, pada 1989.
Kisah tersebut disampaikan kepada tim Beta UFO Indonesia dalam sebuah wawancara yang berlangsung pada 12 Juli 2025 di Mojokerto.
Sebagai catatan, nama narasumber disamarkan demi menjaga privasi. Beta UFO Indonesia juga menjelaskan bahwa tidak ada dokumentasi foto maupun video bersama saksi, namun wawancara dilakukan secara langsung.
Berawal dari Pesan Instagram
Nana pertama kali menghubungi akun Instagram Beta UFO Indonesia pada 6 Februari 2025 setelah menonton konten di kanal YouTube Astronacci.
Dalam pesannya, ia mengaku baru berani menceritakan pengalaman tersebut setelah menemukan komunitas yang membahas fenomena UFO.
Selama bertahun-tahun, Nana memilih menyimpan kisah itu karena khawatir dianggap mengada-ada. Bahkan, ia hanya menceritakannya kepada anak-anaknya dan meminta mereka untuk tidak menyebarkan cerita tersebut kepada orang lain.
Melihat Benda Putih Saat Pulang Mengaji
Menurut penuturan Nana, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika ia berjalan pulang usai mengaji.
Di perjalanan, ia melihat seorang pedagang bakso keliling. Di atas pedagang tersebut, ia mengaku melihat sebuah benda berwarna putih terang yang melayang di udara.
“Warna bendanya putih seperti putih mutiara atau putih susu yang mengilap. Cahaya di sekelilingnya menyala bergantian, lalu benda itu melesat dengan sangat cepat hingga menghilang,” ujarnya, seperti dikutip dari situs Beta UFO.
Saat itu, seorang anak yang lebih tua juga disebut berada di lokasi. Anak tersebut sempat menakut-nakuti Nana dengan mengatakan bahwa melihat benda itu bisa menyebabkan penyakit, sehingga membuatnya ketakutan.
Muncul Kembali Menjelang Magrib
Beberapa jam kemudian, menjelang waktu Magrib, Nana mengaku kembali mendengar suara denging yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.
Tak lama setelah suara itu terdengar, benda yang sama kembali muncul.
Kali ini, menurutnya, bentuk benda tersebut terlihat lebih jelas.
Ia menggambarkannya menyerupai piring dengan tonjolan berbentuk bulat di bagian atas serta bulatan yang lebih kecil di bagian bawah.
Nana mengatakan benda itu tampak berada sejajar dengan garis pegunungan yang saat itu masih dapat terlihat jelas dari kawasan tempat tinggalnya.
Ia juga mengaku melihat deretan cahaya berbentuk kotak yang menyala secara bergantian mengelilingi objek tersebut sebelum akhirnya kembali menghilang dengan kecepatan tinggi.
Mengaku Sempat Mengejar
Pada malam yang sama, Nana mengatakan kembali mendengar suara denging serupa.
Merasa suara itu berasal dari objek yang sama, ia bergegas keluar rumah.
Ia kemudian mengaku melihat benda tersebut lagi dan spontan mengejarnya hingga menuju kawasan Suratan Gang 4 yang letaknya bersebelahan dengan Suratan Gang 6.
Pengejaran itu berakhir ketika ia berhenti di depan sebuah warung yang dikenal warga sebagai Warung Mbak Bebet.
Beberapa orang di sekitar lokasi disebut sempat bertanya apa yang sedang ia lihat. Namun, Nana memilih tidak mengungkapkan bahwa dirinya sedang memperhatikan benda yang menurutnya merupakan UFO.
Tak lama kemudian, orang tuanya datang menjemput dan memintanya pulang.
Ukuran Objek Dianggap Tidak Berubah
Dalam wawancara tersebut, Nana juga mengungkapkan hal yang menurutnya janggal.
Meski merasa telah bergerak mendekati objek tersebut, ukuran benda yang ia lihat tidak tampak berubah.
Ia mengatakan objek itu terlihat memiliki ukuran yang relatif sama sejak pertama kali muncul hingga saat ia mengaku berada lebih dekat dengannya.
Menyimpan Cerita Selama Puluhan Tahun
Setelah kejadian itu, Nana mengaku sering naik ke loteng rumah setiap malam dengan harapan dapat melihat kembali benda misterius tersebut.
Namun, harapan itu tidak pernah terwujud.
Selama lebih dari tiga dekade, ia memilih menyimpan pengalaman tersebut dan hanya menceritakannya kepada anak-anaknya karena khawatir mendapat stigma dari lingkungan sekitar.
Suaminya sendiri, menurut Nana, belum pernah mengetahui kisah tersebut.
Klarifikasi Soal Jarak Pengamatan
Usai wawancara, tim Beta UFO Indonesia melakukan peninjauan ulang terhadap lokasi yang disebutkan Nana menggunakan peta digital.
Mereka menemukan bahwa perkiraan jarak yang sebelumnya disebut sekitar 700 meter kemungkinan terlalu jauh.
Setelah dilakukan konfirmasi kepada narasumber, Nana mengoreksi ingatannya dan menyatakan bahwa jarak sebenarnya tidak mencapai angka tersebut.
Berdasarkan penelusuran Beta UFO Indonesia, apabila posisi objek berada di sekitar lokasi tempat pedagang bakso berhenti dan Nana berada di ujung Gang Suratan 6, maka perkiraan jaraknya sekitar 250 meter.
Menurut Beta UFO Indonesia, kekeliruan dalam memperkirakan jarak merupakan hal yang cukup sering ditemukan dalam laporan-laporan dugaan penampakan UFO karena ukuran maupun posisi objek di udara sulit diukur secara akurat hanya berdasarkan pengamatan visual.